Advertise

 
Sabtu, 29 Juni 2013

Di Sumedang, Tarif Angkot bagi Pelajar Beda-beda

0 komentar
Di Sumedang, Tarif Angkot bagi Pelajar Beda-beda
Sumedang - Dinas Perhubungan Kab Sumedang bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) membedakan tarif angkutan umum perkotaan (angkot) kepada pelajar sesuai dengan tingkat pendidikannya. Pasalnya, kemampuan uang saku pelajar SD, SMP, dan SMA berbeda. Selain itu, ruang duduk yang dibutuhkan mereka dalam angkot pun berbeda.

“Kami membedakan ongkos kepada pelajar sesuai dengan tingkat pendidikannya, karena rasanya tidak adil kalau disamakan. Uang sakunya berbeda dan biasanya anak SD itu duduknya tidak menghabiskan banyak ruang jadi bayar ongkosnya pasti lebih sedikit dari pelajar SMP dan SMA,” kata Kepala Dishub Sumedang, Ade Setiawan, Jumat (28/6/2013).

Perubahan tarif ini merupakan penyesuaian pasca kenaikan harga BBM. Tarif angkutan umum di Sumedang naik 30 persen. Semula, tarif angkutan umum untuk pelajar diseragamkan Rp1000 dan untuk umum Rp2000. Setelah adanya kenaikan BBM, harganya naik menjadi Rp1000 untuk SD, Rp1500 untuk SMP, dan Rp2000 untuk SMA. Sementara untuk tarif penumpang umum Rp2500.

Kebijakan ini didukung Organda. Dan saat disosialisasikan ke para Kelompok Kerja Unit (KKU) angkutan umum, semua sopir pun menyetujuinya. Beberapa penumpang pun menyatakan pendapat yang beragam.

Rohmah (32), warga Gending Sumedang Selatan mengatakan, alasan perbedaan tarif untuk anak SD, SMP dan SMA ini sebenarnya belum tepat karena tidak selalu anak SD itu uang sakunya lebih kecil daripada anak SMA.

“Kalau keluarganya tidak mampu tetap saja menginginkan ongkos lebih murah baik untuk anak yang di SD, SMP dan SMA,” tutur Rohmah.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/2004807/di-sumedang-tarif-angkot-bagi-pelajar-beda-beda
Read more...

1 Kades Batal Dilantik Bupati Sumedang

0 komentar
1 Kades Batal Dilantik Bupati Sumedang
Sumedang - Satu kepala desa tidak diperbolehkan mengikuti pelantikan kepala desa hari ini, Jumat (28/6/2013). Penyebabnya, kemenangannya pada awal Juni lalu ini ternyata telah menyalahi aturan sehingga ketetapannya sebagai Kades Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Yoyo Iskandar, tidak bisa diterima.

“Hari ini memang ada kades yang tidak bisa mengikuti pelantikan, alasannya pilkadesnya salah telah melanggar aturan jadi hasil pilkadesnya pun tidak bisa diterima, akibatnya yang kades terpilih itu tidak akan dilantik, “ kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD Kabupaten Sumedang, Iman Kardiman, Jumat (28/6/2013).

Pilkades yang dilaksanakan pada Minggu, Juni 2013 ini telah melanggar aturan dalam Perda No 11 Tahun 2006 tentang Perubahan Perda No 5 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Pilkades. Dalam aturan ini disebutkan, calon kepala desa harus terdiri atas lima orang. Namun, ada enam calon kepala desa yang mengikuti pilkades ini karena kesemuanya ini dinyatakan lolos pendaftaran dan seleksi calon kades.

Menurut Iman, pihaknya berulang-ulang telah menyosialisasikan peraturan ini. Namun pihaknya mengaku tidak begitu faham dengan tindakan panitia pilkades.

Sementara itu, Camat Jatinangor Bambang Rianto mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti atas tindakan yang diambil panitia pilkades. Namun, disebutkan pemdes Cibeusi, diterimanya enam calon kades karena telah sesuai dengan peraturan desa.

“Tapi peraturan desa itu kan sudah bertentangan dengan perda, jadinya ya begini, menyalahi hukum,” kata Bambang.

Selanjutnya, pihaknya akan bertanggungjawab dengan kejadian ini dengan cara akan mengadakan pilkades ulang bersama pemerintahan desa di Cibeusi.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/2004818/1-kades-batal-dilantik-bupati-sumedang
Read more...

Warga Blokir Jalan Legok-Conggeang Hampir 7 Jam

0 komentar
Sumedang News, Conggeang - Paseh - Jalan Raya Legok-Conggeang yang menghubungkan Kecamatan Paseh dan Kecamatan Conggeang diblokir warga dengan menggunakan bambu. Pada bambu tersebut, terpasang spanduk bertuliskan permohonan Maaf karena perjalanannya terganggu akibat ada aksi warga.

Pemblokiran dilakukan sejak Jumat (28/6/2013) pagi hingga siang. Tak hanya itu, warga pun menampung air yang dialirkan dari sumur ke jalan dan ditanami pohon pisang, ikan, dan pepohonan lainnya. Warga pun duduk di pinggir jalan sambil memancing dan sebagian lainnya melihat-lihat jalan.

Aksi warga Blok Cileuksa, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh ini akibat dari jalan yang sudah bertahun-tahun rusak dan dibiarkan. Setiap musim hujan, jalanan ini berubah menjadi kolam.

“Kami sudah kesal jalan rusak dan terjadi banyak kecelakaan. Polusinya juga sudah sangat mengganggu kami. Akhirnya kami sepakat untuk memblokir jalan. Tadinya, kami mau ke dewan. Tapi buat apa datang ke dewan, sekedar pencitraan dan rame-rame seremonial. Kami melakukan aksi dengan menutup jalan saja sehingga truk dan kendaraan berat tidak boleh lewat,” ujar Aceng, koordinator aksi warga.

Akibat aksi ini, lalu-lintas dari kedua arah tertutup selama kurang lebih tujuh jam. Beruntung, ada beberapa ruas jalan alternatif yang bisa dilalui pengendara untuk menuju jalan provinsi Raya Bandung-Cirebon ini.

Jalan Legok-Conggeang ini rusak akibat sering digunakan lalu lintas truk angkutan pasir dan batu. Oleh warga, aktivitas galian pasir dan batu ini sering juga diminta tutup karena sudah merusak lingkungan dan menambah kerusakan jalan. Selain itu para pengusaha galian C ini sering dimintai bantuannya untuk memperbaiki jalan. Tapi tidak pernah ada gayung bersambut dari para pengusaha penggalian truk dan pasir ini.

“Kami itu benar-benar menuntut kepada DPRD dan Pemkab Sumedang untuk segera memperbaiki jalan ini,” tandas Aceng.

Ketua Komisi A DPRD Sumedang, H Ending Ahmad Sadjidin menilai, aksi penutupan jalan tersebut hanya akibat. Yang harus diperhatikan adalah pangkal masalahnya.

“Kalau soal menutup jalan itu gampang. Polisi bisa membubarkan mereka bila dianggap mengganggu kepentingan umum. Yang harus diperhatikan adalah substansi masalahnya, itu kan berawal dari ekplorasi galian C yang menjadi tanah kas desa di kawasan itu,” kata Ending.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/2004930/warga-blokir-jalan-legok-conggeang-hampir-7-jam
Read more...

Warga Cileuksa Bersatu Blokir Ruas Jalan Cileuksa-Congeang

0 komentar
Warga Cileuksa Bersatu Blokir Ruas Jalan Cileuksa-Congeang
Sumedang Newss, Conggeang - Warga Cileuksa, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, melakukan pemblokiran jalan rusak di jalur Legok-Cileuksa, Jumat (28/6/2013). Akibatnya, arus lalu lintas Legok-Conggeang lumpuh total. Pengguna jalan termasuk angkutan umum yang melintasi jalan ini terpaksa harus memutar.

Aksi warga dipicu kekesalan mereka karena jalan sepanjang 1,7 km itu rusak berat akibat sering dilalui kendaraan pengangkut pasir. Sejumlah wilayah di kaki Gunung Tampomas memang merupakan lokasi galian pasir dan batu. Jalan ini nyaris tanpa aspal dan lebih mirip jalur offroad.

"Kami mohon maaf untuk pengguna jalan yang terganggu atas aksi ini. Kami menutup jalan ini supaya pemerintah dan pengusaha galian segera memperbaiki jalan ini," kata koordinator gerakan aksi masyarakat, Jajang Parman (47), di lokasi aksi.

Selain menutup jalan dengan melintangkan bangku dan bambu, warga juga mengalirkan air selokan ke jalan. Sehingga jalan yang rusak berat dan nyaris tak ada aspal itu menjadi seperti sungai. Warga kemudian melepaskan ikan lele di jalan yang berlubang menganga kemudian memancingnya.

Usai aksi memancing ikan, anak-anak kecil juga berebut menangkap ikan lele di lubang jalan yang berubah menjadi kolam kecil.

"Kami akan menutup jalan ini untuk truk pengangkut pasir dan batu. Pokoknya sebelum jalan ini diperbaiki maka truk tak boleh mengakut pasir," kata Jajang yang juga mantan Kepala Desa Legok Kaler ini.

Menurutnya, jalur jalan ini hanya bisa dilalui angkutam umum dan kendaraan lain non pengangkut pasir. "Kendaraan lain dan umum non truk pengangkut pasir bisa melalui jalan ini lagi. Aksi pemblokiran total itu untuk menarik perhatian pemerintah dan pengusaha," katanya.

Sebab, terang Jajang, sudah sering warga menyampaikan aspirasi dan keluhan itu ke pemerintah. "Tapi tak pernah ada realisasi, jalan tetap semakin rusak dan warga dirugikan," katanya.

Di lokasi kaki Gunung Tampomas blok Cileuksa ini ada enam pengusaha galian pasir yang terus mengerogoti pasir dan batu. Setiap hari sedikitnya 600 truk hilir mudik mengangkut pasir membuat jalan di sepanjang 1,7 km dari mulut jalan raya Sumedang-Cirebon rusak parah.

"Kalau musim kemarau debunya beterbangkan dan banyak membuat warga terkena penyakit pernapasan. Sehingga untuk mengurangi debu, air selokan dibelokkan ke jalan supaya tak berdebu," kata warga.

Jajang mengatakan, pengusaha harus bertangungjawab dan juga turut memperbaki kerusakan jalan. "Pengusaha itu mengeruk keuntungan di wilayah kami dan meminta untuk menyisihkan keuntungan itu untuk memperbaiki jalan yang rusak," katanya.

Sumber : www.tribunnews.com/2013/06/29/warga-cileuksa-bersatu-blokir-ruas-jalan-cileuksa-congeang
Read more...

Akhir Masa Jabatan Bupati Sumedang Don Murdono, Lantik 62 Kepala Desa

0 komentar
Akhir Masa Jabatan Bupati Sumedang Don Murdono, Lantik 62 Kepala Desa
Sumedang -  Bupati Kabupaten Sumedang, Don Murdono, Jum’at (28/6) melantik 62 Kepala Desa yang tersebar dari 23 Kecamatan, di Pendopo Gedung IPP Sumedang, berjalan aman dan tertib. Walau seusai pelantikan Kepdes, ada aksi orasi untuk menyampaikan aspirasi dari koalisi LSM yang ada di Kab. Sumedang, tentang adanya dugaan jual beli jabatan, yang akan dilakukan bupati Don Murdono, diakhir jabatannya.

Pelaksanaan Pelantikan Kepala Desa yang dimulai Pukul 09.wib, yang dihadiri unsur Muspida dan Muspika, SKPD, UPTD, dan Tokoh Masyarakat.

Don Murdono dalam Pidatonya, berharap Kepala Desa yang dilantik bisa melayani masyarakat dengan baik. “Dalam memimpin nanti dimasyarakat harus benar– benar penuh tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Sehingga masyarakat dapat merasakan pembangunan yang dilaksankan pemerintah melalui kepala Desa.
Kami menghimbau para kepala Desa dalam melaksanakan tugas harus peka terhadap yang terjadi dilingkungannya atau di wilayahnya. Juga harus Transparan terhadap berita-berita dan keungan terhadap masyarakat serta unsur-unsur lainnya,” katanya.

Lanjut bupati, Dan apabila terjadi terhadap lingkungan dan masyarakat, segala bentuk permasalahan dan pembangunan Desa harus cepat–cepat di musyawarahkan secara Demokratis dan mupakat.
Sehingga pembangunan yang ada di Desa-desa akan menjadi maju dan makmur bagi masyarakatnya.

Karena majunya suatu Pembangunan di awali dengan kemajuan dari bawah dulu yaitu Desa, kemudian Kecamatan dan Kabupaten. Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya Kepala Desa dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Sumedang, tutupnya.

Sumber : http://www.indofakta.com/?read/nas/Akhir~Masa~Jabatan~Bupati~Sumedang~Don~Murdono~Lantik~62~Kepala~Desa
Read more...
Selasa, 25 Juni 2013

KPU Sumedang Lindungi Pelapor Data Caleg

0 komentar
Sumedang - Masyarakat yang melaporkan data caleg yang terdatar pada Daftar Calon Sementara (DCS) akan dilindungi KPU.

Identitas pelapor tersebut tidak akan dipublikasikan kepada siapapun melainkan tetap ada di pihak KPU. Alasannya, laporan yang disampaikan masyarakat jangan membahayakan bagi pelapornya.

“KPU itu akan melindungi masyarakat yang melaporkan caleg dalam DCS, jadi silakan saja kalau ada yang melaporkan jangan takut atau sungkan dan tetap harus disertai dengan identitas lengkap meskipun melalui berbagai media seperti surat, SMS, ataupun telepon,” kata Hersa Santosa, Anggota KPU Sumedang yang membidangi pencalonan, Selasa (25/6/2013).

Hal ini disampaikan Hersa karena pada tahap penerimaan laporan atau masukan masyarakat terhadap DCS ini, KPU menerima puluhan masukan dari masyarakat yang tanpa disertai identitas dan disampaikan melalui SMS dan telepon. Cara seperti ini membuat KPU kesulitan memproses masukan tersebut. Menurut Hersa, jika disertai dengan identitas, masukan akan mudah diproses dan diklarifikasi.

“Identitas tersebut akan memudahkan KPU mengkaji, memproses, dan mengklarifikasi masukan tersebut karena bisa jadi ada hubungan antara data pelapor dan data caleg yang dilaporkan untuk menjadi solusi masalah tersebut,” jelas Hersa.

Hingga 13 hari penerimaaan masukan masyarakat terhadap DCS, KPU hanya menerima 1 masukan saja dari masyarakat yang disertai dengan identitas dan melalui surat. Sementara, masukan lewat SMS dan telepon jumlahnya banyak.

Terhadap laporan tersebut, kata Hersa, KPU memang masih akan menindaklanjutinya mengingat KPU tetap tidak bisa mengabaikan masukan tersebut. Namun, perlakuan terhadap masukan tersebut tidak akan optimal sehingga proses klarifikasi masalah tidak akan berhasil.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2003683/kpu-sumedang-lindungi-pelapor-data-caleg
Read more...

Pembagian BLSM di Sumedang Tunggu KPS

0 komentar
Sumedang - Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Sumedang masih harus menunggu pendistribusian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dari pemerintah, tepatnya dari Tim Nasional Pencepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Sementara itu, Kantor Pos Sumedang yang ditunjuk untuk mendistribuskan BLSM, belum mengetahui kapan KPS tersebut akan diterima untuk langsung didistribusikan kepada masyarakat.

Ketua Satgas KPS dan BLSM Kantor Pos Sumedang Rendy Anggaswara mengatakan, Kantor Pos Sumedang masih menunggu pendistribusian KPS.

“Belum diketahui kapan distribusi KPS ke Sumedang, kami mengharapkan bisa secepatnya agar masyarakat tidak bertanya-tanya karena di daerah lain sudah didistribusikan. Namun setelah KPS untuk penerima BLSM diterima, Pos kemudian akan mendistribusikan ke Kantor Pos Kecamatan (KPC),” kata Rendy, Selasa (25/6/2013).

Di Sumedang, tercatat ada 74.116 Kepala Keluarga (KK) yang menerima BLSM. Puluhan ribu kepala keluarga kurang mampu tersebut mendapatkan BLSM sebesar Rp300.000 yang akan dibayarkan langsung untuk dua bulan melalui Kantor Pos.

Menurut Rendy, penyaluran baru dilakuan di kota-kota besar. Untuk mengantisipasi antrean panjang saat pengambilan BLSM, Kantor Pos akan menjadwalkan pengambilan BLSM per desa. Pengambilan dengan jadwal per desa tersebut diharapkan bisa menghindari penumpukan atau antrean panjang di Kantor Pos.

“Proses verifikasi KPS dengan menggunakan identitas pengambil seperti KTP. Penerima BLSM mengambil sendiri ke Kantor Pos karena pengambilan BLSM tidak bisa diwakilkan,” kata Rendy yang menyebutkan dari 26 kecamatan, ada sebanyak 14 KPC yang akan melayani pengambilan BLSM. Ada beberapa kecamatan yang digabung dalam satu KPC.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin mengatakan penerima BLSM sebanyak 74.116 menurun dari sebelumnya 88.000 lebih penerima bantuan langsung pada 2010 lalu. “Jumlah penerima BLSM sama jumlahnya dengan penerima raskin (beras untuk rakyat miskin),” kata Zaenal.

Dia melanjutkan, Pemkab siap menyosialisasikan kenaikan BBM kepada masyarakat. Pemerintah akan menyalurkan BLSM dan raskin agar bisa membantu atau menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi kesusahan hidup masyarakat pascakenaikan BBM.

“Antisipasi juga dilakukan dengan koordinasi dengan Pertamina agar stok atau distribusi BBM ke Sumedang tetap lancar,” katanya.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2003765/pembagian-blsm-di-sumedang-tunggu-kps
Read more...

Disdik Sumedang Siap Bantu Wujudkan Rumah Pintar

0 komentar
SUMEDANG - Harapan Een Sukaesih (50) memiliki sanggar belajar bagi anak-anak didiknya segera terwujud. Een asal Batukarut, Desa Cibeureum wetan, Kecamatan Cimalaka, adalah seorang guru yang selama puluhan tahun mengajar sambil tergolek di tempat tidur. Ewn hanya bisa menggerakkan kepalanya.

Keiklasan mengajar dengan penuh kasih sayang walaupun dengan kondisi tubuh yang sakit akibat terkena penyakit langka, membuat Een diundang Presiden Susilo Bambang Yudhono beberapa waktu lalu.

"Saya menyampaikan kepada presiden ingin ada sanggar belajar untuk tempat anak-anak tapi disarankan namanya rumah pintar," kata Een, Senin (24/6/2013).

Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Herman Suryatman, yang mendampingi Een ke Jakarta saat menerima penghargaan dari salah satu stasiun televisi swasta dan bertemu presiden, mengaku siap memfasilitasi harapan Een.

"Saat bertemu dengan presiden, terlontar what next, apa yang harus dilakukan selanjutnya. Terlontar ingin membuat sanggar belajar itu," kata Herman, Senin siang kemarin.

Menurut Herman, Presiden SBY meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk membantu mewujudkan harapan Ibu Een.

"Jadi harus ada tindak lanjut dan Disdik akan membantu menjembataninya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Herman.

Herman mengatakan sanggar belajar atau rumah pintar itu menjadi tempat untuk memberikan motivasi bagi siapa saja. "Ibu Een itu guru yang sangat luar biasa, mengajar dengan kasih sayang dalam keterbatasan fisik dan sangat memberikan motivasi bagi kalangan pendidikan," katanya.

Een yang menderita radang sendi sejak 1987, mengajar di ruangan yang sempit di rumahnya. Sudah puluhan bahkan ratusan anak belajar bersama Een dan hampir semuanya berprestasi.

Semangat dan keikhlasan Een dalam membantu anak-anak sekolah tanpa pamrih masih terus menggebu. Padahal Een memiliki keterbatasan karena digerogoti penyakit hingga tubuhnya lumpuh dan semakin mengecil sejak 1987.

Semangat hidup lulusan D III Fakultas Psikologi IKIP Bandung (kini bimbingan dan konseling (BK)), terus menggebu. Dan Een tak mengeluh. Di tengah deraan rasa sakit karena penyakit radang sendi ganas (remathoid artitis), Een terus membagikan ilmunya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/06/25/disdik-sumedang-siap-bantu-wujudkan-rumah-pintar
Read more...
Senin, 24 Juni 2013

JQH NU Sumedang Gelar MTQ

1 komentar
JQH NU Sumedang Gelar MTQ
Sumedang - engurus Cabang Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Sumedang menggelar MTQ ke II antar pesantren se-Kabupaten Sumedang  pada Ahad (23/6).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang acara wisuda khotmil qur’an ke-12 Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang puncak acaranya akan diselenggarakan pada Sabtu (29/6). MTQ JQH ini mempunyai motto Jadikan MTQ Antar Pesantren se-Kabupaten Sumedang Sebagai Upaya Pendekatan ke Arah Proses Pembentukan Manusia yang Cinta Al-Qur’an.

Pembukaan acara dihadiri oleh Pengurus Pimpinan Pusat (PP) JQH, Ketua PCNU Kabupaten Sumedang beserta para alim ulama se-Kabupaten Sumedang.

Pada pembukaan, sekaligus dilakukan pelantikan Pengurus Cabang  JQH masa bakti 2013-2018, yang berlangsung khidmat disertai  pengucapan janji yang dipimpin langsung oleh Pengurus Pusat  Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz.

MTQ ini diikuti oleh 201 peserta yang terdiri dari beberapa cabang yang diperlombakan. Murotal anak-anak 45 peserta, MHQ golongan 1 Juz 27 peserta, MHQ golongan 5 juz 51 peserta, MHQ golongan 10 juz 13 peserta, MHQ golongan 20 juz 3 peserta, MHQ golongan 30 juz 2 peserta, tilawah anak-anak 23 peserta, tilawah remaja 12 peserta, tilawah dewasa 6 peserta, lomba baca Barzanji golongan anak-anak 12 peserta, baca Barzanji golongan majelis ta’lim 7 peserta.

Di sela-sela acara, panitia menampilkan peserta terbaik 1 golongan 5 juz yaitu Rifdah Farnidah pada MTQ JQH tingkat Nasional di Pontianak, Kalimantan Barat tahun 2012 lalu.

Ketua Cabang JQH Sumedang, Ustadz Ahmad Jauharuddin menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi organisasi garda terdepan dalam pembangunan Kabupaten Sumedang, khususnya dalam bidang Al-Qur’an.

Sementara itu Ketua PCNU KH Sa’dullah SQ berpendapat bahwa terdapat perbedaan antara MTQ yang diselenggarakan oleh JQH dengan pemerintah. MTQ yang diselenggarakan pemerintah mempunyai prinsip oleh kita, dari pemda, dan untuk bupati. Sedangkan MTQ JQH mempunyai prinsip oleh kita, dari kita, dan untuk kita.

Ia juga berpesan kepada Nahdliyin untuk merapatkan barisan guna menjauhkan JQH dari sekelompok orang yang ingin menumbangkan Nadlatul Ulama.

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,45366-lang,id-t,JQH+NU+Sumedang+Gelar+MTQ-.phpx
Read more...

Sudah 6 Bulan DPRD Sumedang Belum Terbitkan Perda

0 komentar
Sumedang - Sudah memasuki pertengahan tahun, DPRD belum membuat satu perda pun. Alasannya, belum ada harmonisasi di tingkat eksekutif terutama dinas-dinas yang mengajukan raperda tersebut.

Walhasil, satu naskah raperda pun belum ada di meja DPRD. Padahal, ada 16 raperda yang direncanakan akan dibuat pada 2013, sesuai Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2013.

Ketua Banleg DPRD Sumedang Otong Dartum mengatakan, prolegda memang belum terlaksana sama sekali akibat tidak adanya harmonisasi di eksekutif. Ujung-ujungnya naskah pengajuan pun belum tersedia.

“Memang kami belum membuat satu raperda pun karena tidak ada pengajuan dari eksekutifnya, penyebabnya tidak ada harmonisasi,” kata Otong yang dihubungi INILAH.COM saat studi banding ke Kabupaten Banyumas, Senin (24/6/2013).

Menurut Otong, Banleg sudah sering mengkomunikasikan hal ini dengan eksekutif mengingat pengajuan raperda sama sekali belum ada. Padahal, banyak raperda yang mesti dituntaskan. Kajian yang rumit untuk dicantumkan dalam naskah akademik, jadi kendala bagi eksekutif menyiapkan draf raperda.

Otong membantah pergantian kepala daerah di Sumedang pada Juli nanti jadi kendala dalam proses pembahasan raperda ini. “Ya saya kira bukan masalah itu, mungkin karena eksekutif memang belum siap saja,” kata Otong.

Rencananya, kata Otong, pada 27 Juni nanti, DPRD sudah menegaskan kepada eksekutif untuk menyerahkan draf pengajuan raperda. Waktu efektif untuk pembahasan dipastikan berkurang seiring datangnya bulan Ramadan.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/2003256/sudah-6-bulan-dprd-sumedang-belum-terbitkan-perda
Read more...

Juli, DPRD Sumedang Bahas 6 Raperda

0 komentar
Sumedang - Sebanyak enam perda rencananya akan dibuat dan dibahas di DPRD Sumedang pada Juli 2013 ini. Enam perda ini akan diajukan dan dibahas bersamaan dengan cara membagi-bagi anggota dewan ke dalam panitia khusus pembahasan raperda.

“Kita ini harus ngebut membahas perda karena sudah enam bulan di tahun ini, satu perda pun belum dibuat, jadi Pemkab memang sudah telah membuat perda,” kata Otong Dartum, Ketua Badan Legislasi DPRD Sumedang, Senin (24/6/2013).

Telatnya pekerjaan DPRD untuk membahas raperda disebutkan Otong karena pengaju raperda, yaitu dari pihak eksekutif belum mengajukannya sama sekali. Tidak ada harmonisasi antara dinas menjadi penyebabnya.

“Ya bukan salah kami, eksekutif memang belum mengajukannya, meski kami sudah mengomunikasikannya berulang-ulang,” kata Otong yang menegaskan bahwa keenam raperda harus bisa tuntas dengan segara karena ada 10 rapeda lagi yang harus dibuat di 2013.

Enam perda tersebut adalah Raperda Retribusi Jasa Umum, Raperda Retribusi Perizinan Tertentu, Raperda Penanggulangan HIV/AIDS, Raperda Pasar Modern, Raperda Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah, dan Raperda Susuna Organsiasi dan Tata Kerja. Semua raperda merupakan raperda yang diajukan eksekutif.

Sementara itu, pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2013, ada 16 perda yang rencananya akan dibuat, empat di antaranya merupakan raperda inisiatif dari legislatif.

Diakui Otong, pembahasan raperda di DPRD seringkali tidak sesuai dengan prolegda ini karena minimnya perancanaan antara eksekutif dan legislatif dalam hal produk hukum. Setiap tahunnya, sejak 2010, ada saja raperda yang dialihkan pembahasannya di tahun berikutnya sehingga raperda semakin bertumpuk menjadi beban tugas Pemkab Sumedang.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2003280/juli-dprd-sumedang-bahas-6-raperda
Read more...

Perbaikan Jalan Segera Terealisasi

0 komentar
SUMEDANG - Pemkab Sumedang kini tengah fokus untuk melakukan perbaikan jalan di wilayah perkotaan yang berbatasan dengan kabupaten tetangga, juga jalan penunjang kegiatan ekonomi masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Sumedang, Dr. Ir. Sujatmoko, Dipl. W.R.Eng., M.Sc. kepada "GM" melalui telepon selulernya, Minggu (23/6). "Sebelumnya kami sudah merencanakan pekerjaan perbaikan jalan dilaksanakan pada triwulan pertama tahun ini. Hanya saja dalam perjalanannya, terjadi hambatan, dengan adanya rencana pemerinah pusat, untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM itu akan berdampak langsung terhadap kenaikan material yang akan digunakan, termasuk aspal, hotmix, dan sejenisnya," terangnya.

Seiring dengan ditetapkan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat, maka tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda jadwal perbaikan jalan. "Secara teknis berbagai persiapan mulai dari perencanaan dan menyesuaian harga material yang akan dibuatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sudah tidak ada masalah. Sekarang kami tinggal menunggu harga satuan yang ditetapkan melalui surat keputusan bupati saja. Setelah itu baru proses lelang," katanya.

Disebutkannya, ada beberapa lokasi ruas jalan di wilayah perkotaan dengan tingkat kerusakan parah. Di antaranya Jalan Kutamaya, Kebonkol (Kec. Sumedang Selatan), Sermamuhtar, Panyingkiran (Kec. Sumedang Utara), dan Jalan Cibuntu-Parakanmuncang (Kec. Cimanggung). Sejumlah ruas jalan tersebut, sudah memenuhi kriteria untuk mendapat prioritas perbaikan.

Namun begitu, karena proses tender ini melibatkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa maka pihaknya harus berkoordinasi dengan institusi tersebut.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/perbaikan-jalan-segera-terealisasi
Read more...

Mayat Wanita Muda Ditemukan di Cadas Pangeran

0 komentar
SUMEDANG - Sesosok mayat perempuan muda tanpa identitas ditemukan di Jalan Cadas Pangeran, Desa Cijeruk, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (24/6/2013) pagi. Perempuan nahas itu diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Di leher korban didapati luka jeratan tali serta tangannya dalam kondisi terikat.

Korban kali pertama ditemukan seorang pekerja bangunan yang hendak berangkat kerja.

Kapolsek Sumedang Selatan, Kompol Dani Sunardi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara oleh tim identifikasi Polres Sumedang, diduga korban tewas karena jeratan tali di leher.

Warga sekitar tidak ada yang mengenali jasad korban. Diperkirakan, korban dibunuh tempat lain dan jasadnya dibuang di Cadas Pangeran.

Guna penyelidikan lanjut, jasad koraban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, untuk diautopsi.

Sumber : http://bandung.okezone.com/read/2013/06/24/527/826690/mayat-wanita-muda-ditemukan-di-cadas-pangeran
Read more...
Minggu, 23 Juni 2013

Pedagang Tahu Sumedang Mengeluh dengan Kenaikan BBM

0 komentar
Pedagang Tahu Sumedang Mengeluh dengan Kenaikan BBM
TATANG (28) pedagang tahu sumedang di Jln. Pangeran Kornel, Sumedang, tengah menggoreng tahu, Minggu (23/6/2013). Ia mengeluh, dampak kenaikan BBM semakin memberatkan usaha para pedagang kecil tahu sumedang | ADANG JUKARDI/"PRLM"
SUMEDANG - Sejumlah pedagang tahu sumedang mengeluh dengan kenaikan BBM. Sebab, dengan kenaikan BBM, usahanya semakin berat. Dampak kenaikan BBM, akan memicu kenaikan biaya operasional hingga merembet pada kenaikan harga jual tahu sumedang. Berbagai biaya opersional tersebut, seperti pembelian tahu mentah dari produsen, kenaikan gas elpiji, minyak goreng sampai kenaikan harga cabai rawit.

“Ketika biaya operasionalnya naik, otomatis harga jual tahu sumedangnya pun akan naik. Jadi, kenaikan BBM ini menjadi sumber kenaikan pada harga-harga lainnya. Kesulitannya, kenaikan harga jual tahu sumedang ini tidak sebanding dengan menurunnya daya beli masyarakat saat ini. Oleh karena itu, semakin berat usaha pedagang kecil tahu sumedang,, pascakenaikan BBM kemarin,” kata Tatang (28) salah seorang pedagang tahu sumedang di Jalan Pangeran Kornel, Sumedang, Minggu (23/6/13).

Ia mengatakan, dampak kenaikan BBM akan memicu melonjaknya biaya opersional penjualan tahu sumedang. Seperti halnya, kenaikan harga tahu mentah dari produsen. Meski saat ini harga tahu mentah dari pabrik belum naik, namun paling lambat dalam seminggu ke depan harga tahu mentah dipastikan akan melonjak. Hal itu, seiring dengan kenaikan harga bahan baku kacang kedelai.

“Contoh, sewaktu kenaikan BBM sebelumnya. Dari harga tahu mentah satu ancak (isi 121 biji) Rp 17.000, naik menjadi Rp 19.000. Dengan kenaikan harga BBM sekarang, dipastikan harga tahu mentah dari pabrik Rp 19.000 per ancak akan naik lagi menjadi kisaran Rp 21.000-22.000 per ancak. Ditambah lagi, kenaikan harga minyak goreng, gas elpiji sampai cabai rawit. Ketika biaya operasional naik, otomatis saya harus nambah modal lagi,” ujar Tatang.

Imbas kenaikan biaya operasional, lanjut dia, dipastikan akan memicu kenaikan harga jual tahu sumedang ke konsumen. Kenaikannya diperkirakan mencapai Rp 100-150 per biji. Dari harga sekarang Rp 500 per biji, akan naik menjadi Rp 600-650 per biji. Ada juga pedagang yang tidak menaikan harga jualnya, melainkan memperkecil ukurannya.

“Akan tetapi, kebanyakan harga jualnya yang dinaikan. Cuma kekhawatiran saya, kalau harga jualnya dinaikan, takut konsumennya berkurang. Sebab pengaruh kenaikan BBM, daya beli masyarakat jadi menurun. Oleh karena itu, bagi pedagang kecil seperti kami, cukup berat menerima dampak kenaikan BBM ini. Apalagi dengan modal yang pas-pasan,” ujarnya.

Lebih jauh Tatang menjelaskan, meski dampak kenaikan BBM memberatkan usahanya, namun sampai sekarang dirinya sama sekali tak tersentuh bantuan permodalan dari pemerintah. Bahkan keluarganya pun, sebelumnya tidak pernah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sebagai kompensasi dampak kenaikan BBM bagi warga tak mampu. Sehubungan sebelumnya tidak mendapatkan BLT, kemungkinan besar saat ini juga tidak akan mendapatkan bantuan KPS (Kartu Perlindungan Sosial) atau BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat).

“Padahal, saya di rumah dapat beras raskin (keluarga miskin). Tapi kenapa, BLT tidak dapat? Jadi, kemungkinan besar KPS dan BLSM pun tidak akan dapat. Padahal, saya juga sangat membutuhkan untuk meringankan biaya hidup keluarga,” tutur Tatang mengeluhkan.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239954
Read more...

Truk Hantam Bus, Dua Tewas

0 komentar
Sumedang News, Pamulihan - Dua orang tewas akibat kecelakaan yang terjadi di jalur pantura Alas Roban, Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/6). Korban semuanya penumpang truk Z-9159-A yang bertabrakan dengan bus Pahala Kencana B-7827-IZ. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.40, saat lalu lintas di jalur pantura mulai padat. Berawal dari arah barat meluncur truk Z-9159-A yang dikemudikan Odik (53) warga  Kampung Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Menurut keterangan di lokasi kejadian, sesampainya di sebelah utara SPBU Beji, Tulis, truk yang melaju dengan kecepatan tinggi itu roda depan kanan meletus, sehingga kendaraan itu oleng tak terkendali. Meski pengemudi berusaha untuk menguasai kendaraan yang melaju oleng di lajur utara, namun tidak berhasil. Truk justru masuk melompati median pindah ke lajur selatan.

Dari timur melaju dengan kecepatan kencang bus Pahala Kencana B-7827-IZ yang dikemudikan Waliyono (42) beralamat di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tak terhindarkan. Bagian depan kiri truk menghantam muka bus. Kerasnya saat kendaraan itu saling bertumbukan mengikabatkan truk terlempar ke arah tepi lajur selatan dan berbalik arah menghadap ke barat. Sedangkan bus terdorong ke timur dengan posisi melintang bagian depan menghadap ke barat daya. Suara keras terdengar saat ke dua kendaraan itu adu muka terdengar sampai sejauh 500 meter.
Jerit Tangis

Warga sekitar yang melihat peristiwa itu langsung berdatangan. Sementara itu anggota Polsek Tulis berlarian ke menuju ke lokasi. Jerit tangis rintihan terdengar dari penumpang bus. Korban luka-luka saat itu segera ditolong selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS-QIM). Kernet truk Ujuk (35) warga Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan yang duduk di samping kiri  tewas seketika. Sedangkan, penumpang yang duduk di tengah Lilik Abdurahim (44) warga Cigendel, mengalami luka parah disekujur tubuhnya, menghembuskan nafasnya di RS QIM.

Adapun yang mengalami luka sopir bus Waliyono, penumpang Rangga Wiguna (37) beralamat Jl Intan Gang Mawar RT 02 RW 03 Desa Pelita Kecamatan Tanjung Karang, Bandar Lampung dan Dinar Wiyata SKep (39) warga Karangan Mulia 6/15 Surabaya harus menjalani perawatan di RS-QIM. 

Kanitlaka Satlantas Iptu Ahmad Al Munasifi SH bersama anggota selanjutnya melakukan olah tempat kejadian. Akibat persitiwa itu, lalu lintas sempat tersendat beberapa saat. Semua penumpang bus dengan tujuan Jakarta, kemudian dipindahkan ke bus lain. Selanjutnya bus yang mengalami kecelakaan bersama truk itu di derek ke tempat penitipan kendaraan di Pos Pucungkerep, Subah.

“Dari hasil olah tempat kejadian dan keterangan dari saksi-saksi penyebab kecelakaan itu karena truk tidak laik jalan. Setelah, kondisinya membaik ke dua pengemudi itu nantinya akan kami periksa,” ujar Iptu Ahmad Al Munasifi mewakili Kapolres AKBP Widi Atmoko SIK.
 
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/06/23/228623/Truk-Hantam-Bus-Dua-Tewas-
Read more...

Warga Usul Perbaikan 20 Ruas Jalan di Sumedang

0 komentar
Sumedang - Sedikitnya ada 20 ruas jalan kabupaten yang diusulkan masuk perbaikan dan mengemuka dalam kegiatan reses DPRD. Panjang seluruh jalan tersebut sekitar 150 Km. Jalan-jalan itu selalu saja diusulkan warga saat penyampaian aspirasi.

Ketua Komisi D DPRD Sumedang Dadang Rohmansyah membenarkan kondisi ini. Menurut ketua komisi yang membidangi infrastruktur itu, ada puluhan ruas jalan yang sudah bertahun-tahun bahkan mencapai belasan dan puluhan tahun tidak pernah diperbaiki. Usulan perbaikan ini selalu saja mengemuka setiap kali DPRD melakukan penjaringan aspirasi dalam berbagai bentuk dan acara.

“Ada banyak puluhan ruas jalan yang selalu diusulkan kepada kami untuk segera diperbaiki dengan kondisi yang memang sudah rusak, tapi setiap tahunnya juga tidak banyak yang bisa dilakukan untuk perbaikan jalan tersebut,” kata Dadang, Minggu (23/6/2013).

Menurut Dadang, hal ini disebabkan dana untuk perbaikan jalan hanya dibagikan sedikit-sedikit kepada yang membutuhkan. Padahal, jika dana bisa dialokasikan dalam jumlah banyak hanya beberapa wilayah saja, kondisi jalan rusak tidak akan secepat ini.

Dana perbaikan jalan setiap tahunnya sebanyak Rp8 miliar. Sementara hampir semua wilayah membutuhkan dana perbaikan jalan. Dari 195 ruas jalan dengan panjang jalan 796 km, hanya 40% dalanm kondisi rusak ringan.

Pemkab dibantu DPRD harus mulai mengubah tata cara pengalokasian dana perbaikan jalan yaitu tidak dengan membagi-bagikan kue sedikit ke banyak orang. kendaraan. Sementara 194 ruas jalan lainnya dalam kondisi rusak.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2002839/warga-usul-perbaikan-20-ruas-jalan-di-sumedang
Read more...

Bupati Sumedang Terima Sertifikasi Ubi Cilembu

0 komentar
Sumedang - Ubi asal Sumedang yang sarat gizi yaitu Ubi Cilembu kini sudah mendapatkan Sertifikasi Indikasi Geografis dengan nomor daftar ID 6000000019 per tanggal 24 April 2013 atas nama Asaguci Sumedang.

Sertifikasi Geografis adalah sertifikat yang diberikan Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM atas komoditas unggul asli daerah sebagai upaya perlindungan terhadap keaslian dan kekhasan produk pertanian yang dihasilkan suatu wilayah. Pemberian sertifikasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun global.

Bupati Sumedang Don Murdono membenarkan kabar ini. Menurutnya, sertifikasi ini diterimanya langsung dari Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM Achmad M Ramli di Istana Toga Puri Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan.

“Ya Ubi Cilembu semakin terkenal saja dan diakui nasional sebagai produk lokal dan khas daerah Cilebu yang sarat akan gizi dan manfaat dengan daya jual yang potensial,” kata Don, Minggu (23/6/2013).

Kepala Bagian Hukum Rohayah Atang mengatakan, sertifikasi tersebut untuk memberikan perlindungan dan menjamin kepastian hukum atas produk yang dihasilkan dari Ubi Cilembu Sumedang.

“Dengan terdaftar di Ditjen HAKI diharapkan dapat mengurangi kompetisi yang tidak sehat dan merugikan baik produsen maupun konsumen dari segala pelanggaran hukum dan perbuatan curang,” tuturnya.

Don mengingatkan agar usaha tersebut tidak hanya sampai seremonial semata tetapi ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit.

“Yang penting adalah implementasi di lapangan. Pertahankan kualitas dan karakteristik produk. Tidak semua daerah memiliki anugerah tanah dan lingkungan seperti di Cilembu ini,” kata Don yang meminta agar kondisi tanah dan iklim di wilayah Cilembu dapat dipertahankan sehingga mendukung terperliharanya kualitas ubi.

Menurut Don, indikasi geografis sebagai hak yang dimiliki komunitas masyarakat harus dijaga kelestarian dan produktivitasnya. Perpaduan antara Ph tanah dan iklim yang baik merupakan anugerah yang harus dijaga dan tidak disia-siakan.

Don berharap, dengan memiliki sertifikat indikasi geografis mampu meningkatkan harga dan produktivitas sebagaimana yang dialami oleh Kopi Bajawa Flores dan Kopi Arabika Gayo.

“Jadi sekarang tidak boleh sembarangan mengaku menjual Ubi Cilembu. Semua harus dipastikan dari sini (Cilembu). Langkah selanjutnya adalah bagaimana mengolah dan mengemasnya sehingga memileki nilai lebih,” kata Don.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/2002977/bupati-sumedang-terima-sertifikasi-ubi-cilembu
Read more...
Sabtu, 22 Juni 2013

Korban Trafficking Dipulangkan dengan Selamat dari Malaysia

0 komentar
Sumedang News, Sumedang Utara - Berawal dari perkenalannya di jejaring sosial facebook, Yunilar Nurmaudi (14), warga Dusun Sindangrenah RT 01/01, Desa Jatihurip, Kec. Sumedang Utara menjadi korban trafficking (perdagangan manusia). Yulinar yang usianya masih di bawah umur, dijual oleh pelaku menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia.

Beruntung korban tidak mendapat penganiayaan atau pun pelecehan seksual selama proses perjalanan ke Malaysia, termasuk ketika bekerja di rumah majikannya. Miss Mella.

Dengan modal nekat kabur dari rumah majikannya dan upaya pencarian keluarga serta jajaran Polda Metro Jaya, DKI Jakarta yang menangani kasus tersebut, akhirnya Yulinar bisa pulang ke rumah dengan selamat dan berkumpul lagi bersama keluarga Kamis (20/6/2013) pukul 4.00 WIB.

“Alhamdulillah, selama perjalanan maupun bekerja di Malaysia, saya tidak mengalami penganiayaan maupun pelecehan seksual. Hanya pernah sekali, betis saya dipukul dengan rotan oleh majikan karena ngepel lantainya kurang bersih. Saya bekerja di Malaysia, empat hari,” ujar Yulinar di kantor Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kab. Sumedang, Jumat (21/6/2013). 

Ia datang dengan kakek serta ayahnya untuk mendapatkan pengarahan dan pemulihan psikologi dari petugas Badan KBPP.

Yulinar mengatakan, dirinya dijual oleh salah seorang jaringan pelaku bernama Kajensa warga Malaysia ke majikannya Miss Mella di daerah Bandar Botanic, tak jauh dari Kualalumpur seharga 10.500 Ringgit setara Rp 35 juta. Harga jual tersebut dengan kontrak kerja dua tahun. Namun, selama setahun tidak digaji untuk mengganti berbagai biaya proses pemberangkatan ke Malaysia. 

“Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Bandar Botanic, Malaysia. Namun, alamat lengkapnya, saya tidak tahu, tapi tak jauh dari Kualalumpur,” ujarnya.
 
Dikatakan, dirinya bisa pulang dengan selamat, setelah nekat kabur lewat genting rumah majikannya pukul 3.00 dini hari waktu Malaysia, saat majikannya sedang tertidur lelap. Setelah itu, lapor ke petugas keamanan di perumahan hingga akhirnya diantar ke kantor polisi Malaysia.

“Dengan membawa paspor saya, akhirnya majikan menyerahkan saya ke polisi Malaysia. Setelah itu, polisi Malaysia memulangkan saya ke Indonesia yakni ke Medan di rumah kenalan saya. Hanya saja, polisi Malaysia berpesan ketika di Indonesia jangan sekali-kali mengatakan masalah penjahat di Malaysia. Sebab, masalah itu sudah urusan polisi Malaysia,” katanya mengutip pesan polisi Malaysia.

Menurut dia, dirinya ditolong dan disuruh beristirahat 5 hari di rumah kenalannya di Medan, tepatnya di Desa Serdang Dusun I, Kec. Meranti, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Setelah itu, dijemput oleh polisi Polda Metro Jaya untuk pulang ke Jakarta.

“Dari Polda Metro, saya dijemput lagi oleh keluarga hingga akhirnya bisa pulang ke Sumedang,” ujar Yulinar.
Lebih jauh ia menjelaskan, keberangkatan dari rumah Minggu (12/5/2013) lalu, berawal ketika akan latihan kesenian di sekolahnya di SMP 3 Cimalaka, tiba-tiba di jalan bertemu teman facebook-nya berinisial, AR siswa SMA Tanjungkerta. AR mengajak jalan-jalan ke toko minyak wangi. Entah kenapa, setelah menghirup minyak wangi ia langsung pusing. Dalam kondisi setengah sadar, ia dibawa jalan-jalan menggunakan sepeda motor ke rumah ibu AR, yakni Me/Meli (sekitar 35 tahun) di daerah Pasirmalang, Desa Jatimulya, Kec. Sumedang Utara.
“Setelah itu, saya diajak lagi ke Alun-alun Sumedang bersama AR dan Me. Ketika saya diberi minuman, tiba-tiba pusing lagi dan tidak sadarkan diri. Tahu-tahu, saya sudah di lapangan Tegallega Bandung dibangunkan oleh Bu Yati. Bu Yati ngajak ke Jakarta, tapi saya tolak. Namun, karena dipaksa dan ditodong pisau, akhirnya saya dibawa lagi ke Jakarta. Di Jakarta, saya dibawa ke rumah Bu Yuni. Alamat di Jakarta, di Kalibata City. Setelah diberi makan, tiba-tiba saya pusing lagi,” tuturnya.
Sadar-sadar, kata Yulinar, dirinya sudah ada di Bandara Polonia Medan. Di Medan, sudah ada teman facebook lainnya, yakni Dewi. Saat itu, ia sempat minta diantar pulang ke Sumedang, namun ditolak. Kecuali, jika liburan ke Malaysia akan dikabulkan, sekalian diberi ongkos dan dibuatkan paspor oleh kakaknya Dewi, Rudi.
“Karena tidak bisa pulang ke Sumedang, akhirnya saya mau diajak jalan-jalan ke Malaysia. Di Malaysia, saya dibawa ke rumah Kajensa hingga akhirnya dijual ke majikan saya. Yang saya alami, dari Sumedang sampai ke Malaysia, jaringan pelakunya sangat banyak dan berantai. Akan tetapi, hubungan antar pelaku di setiap daerah, langsung terputus dan terus berganti orang, “ ujarnya
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239748
Read more...

Harga Kepokmas Belum Terpengaruh Isu Kenaikan BBM

0 komentar
SUMEDANG  - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di sejumlah pasar tradisional Kab. Sumedang hingga saat ini masih relatif stabil meski ada isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini jauh berbeda dengan yang terjadi di daerah lainnya.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Sumedang, Drs. H. Ramdan Ruhendi Dedi, M.Si., Jumat (21/6). "Harga-harga di Sumedang masih relatif aman, tidak ada kenaikan harga seperti di daerah lain meski isu kenaikan harga BBM sudah santer, kebanyakan komoditas malah tetap harganya dari hari ke hari sejak awal Juni ini," katanya.

Setidaknya, tambahnya, ada 20 komoditas yang dipantau di tiga pasar besar, yaitu Pasar Sumedang, Pasar Tanjungsari, dan Pasar Conggeang. Harga beras di setiap kelasnya tetap pada minggu pertama dan kedua bulan ini, yaitu Rp 7.500/kg untuk beras kelas 3, Rp 8.500/kg untuk beras kelas 2, dan Rp 8.800/kg untuk beras kelas 1. Komoditas lainnya seperti gula pasir lokal dan gula aren juga tetap namun gula kelapa turun menjadi Rp 1.000/kg.

Minyak goreng, daging sapi, ikan, susu sapi, minyak tanah, garam, jagung, bawang, cabai, tepung terigu, kedelai, pupuk, semen, gas elpiji masih berharga sama alias tidak ada peningkatan sejak dua pekan terakhir ini. Untuk cabai merah, cabai keriting, telur ayam broiler, tomat harganya naik antara Rp 500/kg-Rp 2.000/kg.
Sumber : http://www.klik-galamedia.com/harga-kepokmas-belum-terpengaruh-isu-kenaikan-bbm
Read more...
Kamis, 20 Juni 2013

DPC PDIP Kab. Sumedang dengan Tegas Menolak Rencana Kenaikan Harga BBM

0 komentar
SUMEDANG - DPC PDIP Kab. Sumedang dengan tegas menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. 

Pasalnya, dampak kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga sembako serta kebutuhan masyarakat lainnya hingga membebani perekonomian masyarakat secara umum.

Sementara, program bantuan dana melalui KPS (Kartu Perlindungan Sosial) serta BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) untuk warga miskin, dinilai tidak efektif dalam meringankan beban warga miskin yang terkena dampak kenaikan BBM. 

Sebab, beban ekonomi yang akan ditanggung oleh masyarakat miskin imbas kenaikan BBM, jauh lebih berat ketimbang dampak positif pemberian KPS dan BLSM.

“Oleh karena itu, saya secara pribadi dan kapasitas struktural PDIP, menolak tegas rencana kenaikan BBM. Saya satu sikap dengan Ketua Umum PDIP, Bu Megawati Soekarnoputri,” ujar Wakil Ketua DPC PDIP Kab. Sumedang, Yaya Widarya, S.Sos., ditemui di DPRD Kab. Sumedang, Kamis (20/6/2013).

Ia yang juga Ketua DPRD Kab. Sumedang mengatakan, sebetulnya kondisi APBN masih bisa berjalan tanpa harus mengurangi nilai subsidi BBM saat ini. 

Apabila pemerintah menilai kondisi APBN saat ini cukup berat, masih ada cara lain selain mengurangi subsidi BBM. Cara lain tersebut, yakni dengan melakukan efisiensi anggaran dan menekan tingkat kebocoran anggaran terutama akibat korupsi.

“Korupsinya dulu yang diberantas, jangan lantas mengurangi subsidi dengan cara menaikan harga BBM. Dampak kenaikan BBM ini akan dirasakan oleh masyarakat, terutama warga miskin. Masih isu saja harga-harga sudah naik, apalagi BBM sudah naik,” kata Yaya.

Ditanya dengan pembagian KPS dan BLSM oleh pemerintah menandakan rencana kenaikan BBM akan menjadi kenyataan, ia mengatakan jika pemerintah jadi menaikan harga BBM, kebijakan itu sangat disesalkan. 

Terlebih program pemberian KPS dan BLSM yang dinilai pemerintah sebagai bentuk kompensasi untuk warga miskin yang terkena dampak kenaikan BBM, secara politis sebatas upaya pencitraan partai tertentu.
“Seandainya BBM jadi naik, namun sikap kita dengan menolak kenaikan BBM, berarti kita sudah mendukung aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan saja, sikap kita yang pro rakyat bisa menghasilkan dukungan penuh masyarakat dalam Pileg 2014 nanti,” kata Yaya. 
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239594
Read more...

Kunjungi Pameran, Tingkatkan Kecerdasan Anak

0 komentar
Sumedang - Sering mengunjungi pameran ternyata dapat menambah kecerdasan anak. Dalam pameran, ada objek-objek sumber pengetahuan yang mudah dipahami karena proses visualisasi.

“Dengan berkunjung ke pameran bisa tambah cerdas lho, karena ada proses visualisasi dengan melihat langsung objeknya yang disertai dengan informasi-informasi terkait, jadi kita bisa langsung faham dam terrbayangkan dengan jelas,” kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang (BPCBS) Yudi Wahyudin, saat membuka Pameran Kepurbakalaan dalam Memperingati 100 Tahun Lembaga Kepurbakalaan di Indonesia, Kamis (20/6/2013), di Gedung Islamic Center Sumedang.

Pameran kepurbakalaan diselenggarakan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah formal ataupun nonformal. Tujuannya, mengenalkan dan mempelajari ilmu budaya, sejarah, dan kepurbakalaan.

BPCBS sebagai penyelenggara pameran setiap tahunnya berkeliling ke kota dan kabupaten. Mereka menggelar pameran yang menyajikan lebih dari 100 koleksi kepurbakalaan dari empat provinsi sesuai daerah kerja BPCBS yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2001915/kunjungi-pameran-tingkatkan-kecerdasan-anak
Read more...

Benda Purbakala 4 Provinsi Dipamerkan di Sumedang

0 komentar
Sumedang - Lebih dari 50 koleksi kepurbakalaan dari empat provinsi dipamerkan di Gedung Islamic Center Sumedang, pada Pameran Kepurbakalaan dalam Memperingati HUT ke-100 Lembaga Kepurbakalaan di Indonesia, Kamis (20/6/2013).

Koleksi-koleksi seperti arkeologi air, arca, bangunan bersejarah, dan candi-candi ditampilkan dalam berbagai bentuk seperti foto, miniatur, replika, gambar, atau bahkan benda aslinya. Koleksi kepurbakalaan dari Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Lampung ini dihadirkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang (BPCBS) sebagai penyelenggara.

Koleksi kepurbakalaan dari Sumedang ditampilkan di bagian depan ketika memasuki ruangan lantai II Islamic Center ini. Berderet, foto-foto seperti monumen Lingga dari masa kemasa, Masjid Agung Sumedang, dan proses pemugaran gedung negara dipajang. Melihat gambar-gambar ini, seolah kita baru saja didongengkan sebuah cerita Sumedang dari pertama kali terbentuk hingga saat ini.

“Foto-fotonya tersusun rapi komplet dengan informasinya, jadinya kita seolah baru saja didongengkan sejarah Sumedang, menarik dan menyenagkan,” kata Giska Aurora (16), salah seorang pelajar SMA yang berkunjung ke pameran ini, Kamis (20/6/2013).

Selain Sumedang, kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat juga mempunyai kepurbakalaan yang patut diketahui pengunjung. Koleksi kepurbakalaan lainnya dari tiga provinsi juga sayang untuk dilewatkan.

Kepala BPCBS Yudi Wahyudin mengatakan, pameran ini dilaksanakan satu tahun sekali yang bertempat di kota atau kabupaten di empat wilayah kerja balai ini, yaitu Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Lampung.

Pameran yang akan diadakan selama dua hari ini merupakan uji coba sebelum nanti balai akan mengajukan kerja sama dengan Pemkab Sumedang untuk mengadakan pameran kepurbakalaan yang lebih besar, meriah, dan berkonsep.

“Ini diselenggarakan selama dua hari saja sebagai uji dulu, karena kami akan melihat respons masyarakat dan pemerintah lalu kami akan mencari momen terbaik untuk penyelenggaraan pameran selanjutnya, tentunya jika Pemkab Sumedang pun berminat,” kata Yudi.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2001888/benda-purbakala-4-provinsi-dipamerkan-di-sumedang
Read more...

Harga Daging Ayam dan Telur Merangkak Naik

0 komentar
Harga Daging Ayam dan Telur Merangkak Naik
SEORANG pedagang daging ayam di Pasar Inpres Sumedang, sedang menunggu konsumen, Rabu (19/6/2013). Imbas kenaikan harga daging ayam, tingkat penjualannya mengalami penurunan. | ADANG JUKARDI/"PRLM"
SUMEDANG .- Harga daging dan telur ayam terus merangkak naik. Pekan lalu, harga daging ayam Rp 27.000 per kilogram, kini melonjak menjadi kisaran Rp 29.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.
Kenaikan harga daging ayam tersebut, diyakini para pedagang akan terus berlangsung hingga menjelang bulan puasa nanti. Harga daging ayam menjelang bulan puasa dua minggu mendatang, diperkirakan bisa menembus Rp 32.000 per kilogram. 

Begitu pula dengan harga telur ayam. Pekan lalu harganya masih bertengger di kisaran Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogram. Kini harganya melambung menjadi kisaran Rp 19.000 - Rp 20.000 per kilogram.
“Akan tetapi, kenaikan harga daging ayam ini bukan pengaruh rencana kenaikan BBM, melainkan dampak dari mahalnya harga DOC (days old chick/anak ayam umur satu hari),” kata Ny. Dedeh Kuraenah (50), pedagang daging ayam di Pasar Inpres Sumedang, Rabu (19/6/2013).

Menurut dia, mahalnya harga DOC sudah berlangsung lama. Dari asalnya harga DOC Rp 4.500 per ekor, naik menjadi Rp 7.000 per ekor. Kenaikan harga DOC tersebut, berimbas pada kenaikan harga daging ayam di pasar tradisional. 

“Kalau harga DOC-nya naik, sudah pasti harga daging ayamnya pun ikut naik,” kata Ny. Dedeh.
Kenaikan harga daging ayam tersebut, kata dia, mempengaruhi pada penjualannya. Penjualan daging ayam di kiosnya mengalami penurunan. Dari kondisi normal setiap hari mampu menjual daging ayam hingga 3,5 kuintal, kini menurun menjadi 3 kuintal. 

“Konsumennya sekarang lagi sepi. Kalau pasokan barang, sampai sekarang masih stabil. Cuma harganya saja yang terus merangkak naik. Kenaikan harga daging ayam ini, diikuti kenaikan harga telur ayam,” tuturnya.

Menurut Hj. Ebah (52) salah seorang pedagang telur ayam dan daging sapi di Pasar Inpres, harga telur ayam saat ini mengalami kenaikan. Minggu lalu harganya kisaran Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogram. Kini harganya melonjak menjadi kisaran Rp 19.000 - Rp 20.000 per kilogram. Kenaikan harga telur ayam tersebut, diakui dampak dari kenaikan harga daging ayam dan mahalnya DOC.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239415
Read more...

Temuan Jasad Wanita di Tomo Berhasil Dikenali Keluarga

0 komentar
Sumedang News, Tomo.- Temuan jasad perempuan tak dikenal yang mengambang di Sungai Cimanuk, Kec. Tomo, Kab Sumedang, Senin (17/6/2013) lalu, sudah diketahui identitasnya. Mayat tersebut bernama Nur (33) warga Kec. Leles, Kab. Garut. 

Identitas korban diketahui, setelahnya, suami korban yakni Suherman mengecek dan melihat langsung jenazah korban di kamar mayat RSUD Sumedang, Rabu (19/6/2013). Hasil pengecekan, Suherman yakin bahwa jenazah tersebut istrinya. Keyakinan itu diperkuat dengan ciri-ciri fisik serta cincin yang melingkar di jari manis sebelah kiri. 

“Suaminya yakin seratus persen, jenazah itu istrinya. Bahkan sewaktu pengecekan, didampingi anggota Polsek Leles. Tak lama kemudian tadi pukul 13.00 WIB, jenazah korban langsung dibawa suami dan keluarga korban ke rumah duka di Leles, Garut untuk dimakamkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sumedang Ajun Komisaris Salim Aziz saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2013).

Menurut dia, dari keterangan suami dan keluarga korban serta anggota Polsek Leles, Nur diduga tewas akibat terpeleset dan jatuh ke sungai hingga akhirnya terbawa hanyut aliran sungai. Peristiwa itu terjadi ketika Nur sedang menonton bazaar di lapangan alun-alun Leles. 

Setelah terbawa hanyut, akhirnya jasad korban ditemukan warga Kec. Tomo dalam kondisi tak bernyawa mengambang di aliran Sungai Cimanuk.

“Dilihat dari luka-luka di tubuh mayat korban, tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. Adapun luka lebam dan lecet di pelipis dan paha, diduga akibat benturan batu atau pohon ketika terbawa hanyut di aliran sungai. Apalagi mayat yang terbawa hanyut atau tenggelam, cepat lembek hingga kulitnya mudah terkelupas dan luka. Namun, yang lebih tahu kejadiannya yakni Polsek Leles yang menangani kasusnya. Sementara kita, hanya sebatas menangani penemuan mayatnya saja,” tutur Salim Aziz.
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239437
Read more...
Rabu, 19 Juni 2013

Camat di Sumedang Dikumpulkan Terkait Kenaikan BBM

0 komentar
Sumedang - Seluruh camat di Sumedang dikumpulkan dan diundang Pemkab Sumedang terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dari camat inilah diharapkan bisa menjadi penerus informasi ke masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin mengatakan kebijakan penyesuaian subsidi BBM ini akan berdampak pada kenaikan harga. Selain itu, juga akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan masyarakat umum.

“Antisipasi jelang kenaikan BBM salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan Pertamina agar stok tercukupi dan antisipasi terhadap penimbunan,” kata Zaenal kepada para Camat dan SKPD terkait, di Aula Tampomas, Kantor Pemkab Sumedang, Senin (17/6/2013).

Menurut Zaenal, pemerintah sudah menyiapkan beberapa kebijakan untuk membantu masyarakat tidak mampu setelah BBM dinaikkan. Bantuan-bantuan dari pemerintah menyusul kenaikan BBM sudah disiapkan dengan harapan bisa membantu dan menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi kesusahan hidup masyarakat.

“Antisipasi pengamanan sebelum dan pascakenaikan di Sumedang juga dilakuan dengan koordinasi dengan pihak kepolisian. Antisipasi ini dilakukan agar kondusifitas di Sumedang,” kata Zaenal.

Sementara, Sales Eksekutif Pertamina Bandung Iswahyudi mengatakan, antisipasi dilakukan Pertamina terutama ketika terjadi banyak demonstrasi atau penolakan kenaikan BBM seperti yang terjadi di Depot Ujungberung, Bandung. Depot itu harus tetap bisa memasok BBM ke tiga wilayah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Sumedang. Di Sumedang, pasokan premium per hari sebanyak 3.000 KL sedangkan solar sebanyak 1.000 KL.

“Kendala hanya pada distribusi ketika ada demo atau terjadi kemacetan. Kelancaran pasokan secara umum tidak ada masalah,” kata Iswahyudi yang menyatakan siap menghadapi kenaikan harga BBM kapanpun itu, tergantung dengan pemerintah yang mempunyai kebijakan.

Dia mengatakan, antisipasi juga dilakuan dengan penambahan stok sebesar 10% hingga 20% menjelang kenaikan BBM. Peningkatan penjualan sebelum waktu kenaikan mesti diantisipasi melalui sosialisasi teutama pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih dalam keadaan pelayanan normal seperti biasa.

Sumber : m.inilahkoran.com/read/detail/2000791/camat-di-sumedang-dikumpulkan-terkait-kenaikan-bbm
Read more...

4 Hari Ditetapkan, Masih Ada Caleg Belum Tahu DCS

0 komentar
Sumedang - Hingga hari keempat ditetapkannya Daftar Calon Sementara (DCS) oleh KPU Sumedang, masih banyak caleg yang belum mengetahui namanya masuk dalam daftar tersebut.

Padahal, KPU sudah menyerahkan rekapitulasi daftar calon hasil verifikasi persyaratan calon kepada semua partai politik. Selain itu, KPU juga sudah mempublikasikannya di media massa.

"Ada banyak caleg yang datang ke KPU atau melalui telepon mempertanyakan kelolosannya dalam persyaratan caleg dan masuk dalam DCS atau tidak," kata Hersa Santosa, Anggota KPU Sumedang yang mengetuai Pokja Pencalonan, Senin (17/6/2013).

Menurut Hersa, sebelum DCS ditetapkan, KPU sudah menyampaikan BB13 atau formulir hasil verifikasi caleg ke parpol. Seharusnya, parpol sudah mengantongi informasi mengenai kelolosan caleg-calegnya yang selanjutnya diteruskan ke caleg yang bersangkutan.

Dalam BB13 tersebut disebutkan semua berkas persyaratan milik caleg yang memenuhi syarat atau tidak. Jika semua berkas persyaratan memenuhi syarat berarti caleg tersebut lolos dan masuk DCS.

Sekretaris Partai Golkar Sumedang Yogi Yaman Sentosa mengatakan jumlah caleg yang mencapai puluhan ini memang tidak semua secara bersamaan mengetahui atau mengakses DCS di partai. "Tapi DCS sudah kami umumkan di sekretariat partai," kata Yogi.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2000647/4-hari-ditetapkan-masih-ada-caleg-belum-tahu-dcs
Read more...

Cisumdawu Jadi, Sumedang Miliki PKL Kawasan Kota

0 komentar
Sumedang - Pasca selesainya pembangunan jalan tol Cisumdawu pada 2014, Sumedang akan mempunyai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) kawasan perkotaan. PKL kawasan perkotaan ini sebagai dampak dari pembangunan jalan tol sesuai dengan RDTR nasional dan RDTR provinsi. Kini, PKL kawasan kota sedang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum Kab Sumedang.

"Seiring dengan pembangunan fisik tol Cisumdawu, kami juga sedang menyelesaikan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pusat kegiatan lokal kawasan perkotaan, karena kalau tol sudah jadi ada suatu lokasi yang disebut pusat kegiatan lokasi di kawasan perkotaan," kata Kabid Tata Ruang Dinas PU Kab Sumedang, Yustisi Saidah, Selasa (18/6/2013).

Menurut Yustisi, dengan adanya jalan tol di Sumedang, terdapat dua kecamatan yang akan menjadi kawasan perkotaan sebagai dampak adannya interchange atau pintu keluar tol di dua lokasi kecamatan tersebut. Kawasan itu, otomatis akan menjadi kawasan perkotaan dengan tata ruang yang berbeda dari sekarang.

"Kedua kecamatan itu merupakan salah satu simpul regional bernilai strategis sebagai outlet jalan tol memasuki Kabupaten Sumesang," kata Yustisi.

Kawasan perkotaan tersebut, saat ini sedang diterapkan di Jatinangor. Namun studi kelayakan yang belum tuntas membuat rencana kawasan perkotaan Jatinangor belum juga berjalan. Meski demikian, desentralisasi dan demokratisasi tata ruang kawasan perguruan tinggi di Jatinangor akan mempengaruhi terhadap RDTR di dua wilayah kecamatan ini. Untuk itu, RDTR ini sangat diperlukan untuk melakukan penataan wilayah perkotaan agar pembangunan tidak dilaksanakan di sembarang tempat.

Dalam rancangan yang dibahas bersama Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertambangan Energi dan Pertanahan serta Lurah dan para kades ini disebutkan kawasan perkotaan ini akan dibuat untuk mengakomodir berbagai potensi di sekitar lokasi tol agar tetap berdaya guna dan bermanfaat mengingat jalan tol bisa juga mematikan beberapa sektor usaha di sekitar tol.

Penyusunan RDTR pun berdasarkan Permen PU No 20/PRT/M/2011.Sedangkan pembangunan jalan tol Cisumdawu merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi regional atau nasional yang akan berpengaruh kepada pola perkembangan pembangunan dan investasi wilayah Sumedang.

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2001193/cisumdawu-jadi-sumedang-miliki-pkl-kawasan-kota
Read more...

Indonesia Power Akan Kelola Bendung Rengrang

0 komentar
SUMEDANG .- PT Indonesia Power (IP) selaku anak perusahaan PT PLN Persero, rencananya akan mengelola sumber daya air Bendung Rengrang di Kec. Paseh. Bahkan pengelolaan oleh IP, dinilai lebih baik ketimbang BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Kementerian Pekerjaan Umum yang akan membangun Bendung Rengrang tersebut.

Pasalnya, IP akan lebih menjaga kuantitas dan kualitas air bendung untuk kepentingan pengoperasian turbin PLTA. Jika PLTA jadi dibangun di Bendung Rengrang, akan menghasilkan tenaga listrik hingga 10 MW (Mega Watt). 

“Memang, sumber daya air di Bendung Rengrang lebih baik dikelola oleh PT Indonesia Power ketimbang BBWS,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Sumedang, Dr. Ir. Sujatmoko di kantornya, Senin (17/6/2013).

Menurut dia, kelebihan dan manfaat jika air Bendung Rengrang dikelola IP, ketersediaan dan kualitas airnya akan lebih terjaga dan terpelihara. Sebab, IP sangat membutuhkan kondisi air seperti itu untuk mengoptimalkan turbin PLTA hingga menghasilkan tenaga listrik yang maksimal. 

“Kalau volume airnya kurang atau airnya kotor, tentunya akan mengganggu pengoperasian turbin sehingga akan memengaruhi pasokan listriknya. Oleh karena itu, IP akan memelihara kondisi air Bendung Rengrang,” ujarnya.

Sujatmoko menuturkan, selain berkepentingan untuk pengoperasian PLTA, IP juga akan menjaga kuantitas dan kualitas air untuk kepentingan pasokan air irigasi guna mengairi pesawahan para petani. Pengairan irigasi itu menjadi tujuan utama pembangunan Bendung Rengrang.

“Jadi, kalau air Bendung Rengrang ini dikelola oleh IP, akan memiliki efek domino. Selain bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, juga irigasi. Sedangkan oleh BBWS, kepentingannya hanya sebatas pengairan irigasi saja. Rencana pengelolaan air Bendung Rengrang oleh IP, hampir mendekati positif. Bahkan pihak IP sendiri sudah beberapakali mengikuti rapat,” tuturnya.

Terkait pembangunan Bendung Rengrang, lanjut dia, hingga kini masih proses pengkajian DED (Detail Enginering Design) oleh BBWS Kementerian PU. Bendung Rengrang akan membendung Sungai Cipeles di wilayah Kec. Paseh untuk mengairi 3.826 hektare areal pesawahan di Kec. Paseh, Conggeang dan Ujungjaya. Pembangunan fisiknya ditargetkan mulai tahun 2014 nanti. 

“Mengingat Bendung Rengrang ini kompensasi dari pembangunan Waduk Jatigede, sehingga yang membangunnya pemerintah pusat yakni BBWS. Terlebih berdasarkan aturan, bendung yang mengairi pesawahan di atas 3.000 hektare menjadi kewenangan pusat. Oleh karena itu, pemerintah pusat harus serius membangun Bendung Rengrang,” tutur Sujatmoko.
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239181
Read more...

Polres Sumedang Kerahkan Personel Amankan Rencana Kenaikan Harga BBM

0 komentar
SUMEDANG - Polres Sumedang mengerahkan 344 orang personelnya untuk pengamanan rencana kenaikan BBM. Para personel sebanyak itu, selain disiagakan di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), juga ditempatkan di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

“Upaya pengamanan rencana kenaikan BBM ini, sudah berlangsung sejak Senin (17/6/2013) sampai Minggu (23/6/2013) nanti. Jika masih dibutuhkan, pengamanannya bisa dilanjutkan,” kata Kasubag Humas Polres Sumedang, Ajun Komisaris Jhony Adrijanto di ruang kerjanya, Selasa (18/6/2013).

Menurut dia, beberapa titik rawan yang perlu penjagaan petugas, yakni wilayah Jatinangor, Cimanggung, dan Tanjungsari. Penjagaan tersebut guna mengantisipasi gangguan kamtibmas dampak demo dan unjuk rasa penolakan kenaikan BBM. 

Penjagaan tiga wilayah itu, sehubungan tempat konsentrasi sejumlah kelompok mahasiswa serta buruh pabrik yang berpotensi melakukan demo penolakan BBM.

“Boleh-boleh saja mau demo atau unjuk rasa sebagai bentuk menyuarakan pendapat di muka umum yang dilindungi undang-undang. Asalkan, kami imbau tidak menjurus anarkistis hingga mengganggu kamtibmas dan merusak berbagai fasilitas umum. Kalau mau demo, silakan tempuh proses perizinannya. Namun, sejauh ini belum ada permohonan izin demo dari kelompok yang menolak rencana kenaikan BBM. Sumedang hanya titik kumpul. Demonya bergabung dengan kelompok lain di Bandung dan Jakarta,” tutur Jhony.

Selain menyiagakan personel di sejumlah titik rawan, kata Jhony, juga sebagian ditempatkan di 25 SPBU dan 58 pom bensin mini yang ada di Sumedang. Setiap SPBU dijaga empat personel yang akan menjaga 1 x 24 jam secara bergantian. Selain itu, polres pun sudah membuat tiga posko, antara lain di SPBU Puri Katulistiwa di Jatinangor, SPBU Ciromed di Tanjungsari dan SPBU Ciburaleng di Cimanggung. 

“Terus baru kita yang membentuk Pamatwil (Perwira Pengamat Wilayah) yakni di wilayah barat, tengah, timur dan selatan. Pamatwil akan memantau situasi dan kondisi rencana kenaikan BBM di setiap wilayah, ” katanya. 
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239291
Read more...
Minggu, 16 Juni 2013

Ketua FPI Sumedang Meninggal

0 komentar
SUMEDANG - Ishak Iskandar (49 ) Ketua Tanfidzi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Sumedang, meninggal dunia setelah sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi (Nopol) Z 2865 AQ yang dikendarainya ditimpa sebuah truk.

Ishak, warga Dusun Jatinunggal RT 06 RW 03 Desa Jatinunggal Kecamatan Jatinunggal, tewas tertimpa truk bermuatan pasir Nopol B 9228 WX, di Jalan Raya Tanjungsari (tikungan bangkong) Minggu (15/6/2013) sekitar pukul 09.00.

Truk maut itu, dikemudikan oleh Lalan (28), warga Dusun Giri Asih RT 05 RW 07 Dusun Ranca Bawang Desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari.

Salah seorang warga Dusun Pandai Sari RT 01 RW 01 Desa Kutamandiri Tanjungsari, Rahmat (40) mengaku sempat melihat motor yang dikemudikan oleh korban dan posisinya di samping kiri truk.
Pada saat itu, kata Rahmat, motor yang dikendarai oleh korban, melaju dari arah Cirebon menuju Bandung bersama sekitar empat motor lainnya.

"Tepat di tikungan bangkong, tiba-tiba truk bermuatan pasir itu terguling ke bahu kiri jalan. Truk itu, menimpa motor yang dikemudikan oleh korban hingga tewas." katanya.

Kecelakaan maut itu, dibenarkan, salah seorang anggota Polsek Tanjungsari, Bripka Cepi Nurfadillah kepada wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian kecelakaan karena terluka akibat tertimpa truk itu. Kami mengalami kesulitan pada saat akan mengeluarkan jasad korban karena posisinya terjepit truk. Namun, berkat bantuan warga setempat, korban berhasil dievakuasi yang selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari," ujarnya.

Sementara itu Ketua FPI Sumedang, M. Noor membenarkan jika korban merupakan Ketua Tanfidzi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Sumedang.

"Jenazah dibawa oleh pihak keluarganya ke tempat kelahirannya di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung untuk disemayamkan," kata M. Noor.
 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/238955
Read more...

Warga Resah, Tiga Bulan Lagi Jatigede Tergenang

0 komentar
Warga Resah, Tiga Bulan Lagi Jatigede Tergenang
Sumedang - Tiga bulan lagi Waduk Jatigede akan tergenang. Warga sekitar Jatigede kini merasa resah. Betapa tidak, masih ada ratusan warga yang tinggal di lokasi sekitar genangan. Mereka belum pindah karenabelum mendapatkan uangganti rugi.

“Kami saat ini meminta perhatian banyak pihak karena masyarakat Jatigede sangat resah dengan rencana penggenangan yang akan dilakukan Oktober 2013, berarti itu tiga bulanan lagi, sementara masalah sosial ini belum tuntas, bagaimana ini,” kata Camat Jatigede Yaya OK, Minggu (16/6/2013).

Menurut Yaya, kekhawatiran itu terjadi setiap harinya menjelang penggenangan. Masalah ganti rugi yang belum tuntas menjadi alasan para warga tetap tinggal di daerah genangan.

“Intinya masih ada masalah ganti rugi yang belum tuntas, karenanya masyarakat resah karena mereka menunggu dana itu agar mereka bisa pindah ke lokasi lain,” kata Asep.

Dalam proses ganti rugi tanah ini, ada lima kecamatan dan 26 desa yang mendapatkannya. Wilayah itu terdiri atas lebih dari 2.000 Kepala Keluarga. Lima desa di antaranya akan hilang karena tenggelam oleh air bendungan ini.


Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2000342/warga-resah-tiga-bulan-lagi-jatigede-tergenang
Read more...

Hujan Tak Berhenti, Satker Jatigede Sulit Bekerja

0 komentar
Sumedang - Satuan Kerja (satker) pembangunan Waduk Jatigede sulit menuntaskan pekerjaannya lantaran hujan tak kunjung berhenti. Padahal saat ini, Satker sedang mempersiapkan sentuhan-sentuhan akhir pada fisik bendungan sebelum akhirnya pada Oktober 2013 nanti.

“Kami memang terkendala dengan hujan yang masih turun dengan deras karena ada beberapa lokasi atau pengerjaan yang harus segera tuntas pada bulan-bulan ini. Sebab, sebentar lagi proses pembangunan ini akan segera tuntas,” kata Doni Faturrahman, Deputi Perencanaan Pembangunan Waduk Jatigede (PMW) kepada INILAH.COM, Minggu (16/6/2013).

Doni menjelaskan, proses pembangunan telah diatur dan direncanakan sebaik mungkin. Jadwal penggenangan pada Oktober 2013 nanti, sudah masuk dalam perencaaan pembangunan dengan berbagai prediksi-prediksi hambatan. Walhasil, kendala tersebut tidak bisa menghambat atau bahkan menghentikan proses pembangunan.

“Saat ini kita tetap kejar target penuntasan,” kata Doni.

Namun Doni memastikan, kualitas pembangunan dalam keadaan baik meski ada banyak kendala.

Proses pembangunan Waduk Jatigede hampir mencapai 100%. Satker kini hanya tinggal menyelesaikan beberapa materi pembangunan saja. Semua materi hanya tinggal tahapan penyelesaiannya saja. “Secara teknis kami sudah siap jika bendungan ini mulai akan digenangi dan difungsikan,” tandas Doni. 

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2000355/hujan-tak-berhenti-satker-jatigede-sulit-bekerja
Read more...

Siap-siap, Tiga Bulan Lagi Jatigede Tergenang

0 komentar
Siap-siap, Tiga Bulan Lagi Jatigede Tergenang
Sumedang - Tiga bulan lagi Waduk Jatigede akan tergenang. Satuan kerja (satker) Waduk Jatigede pun sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk penggenangan ini.

“Satker sudah siap dengan penggenangan yang direncanakan akan Oktober nanti. Bahkan kami juga sudah menghubungi pihak Komisi Keamanan Bendungan yang akan melakukan pengecekan nanti,” kata Deputi perencanaan Pembangunan Waduk Jatigede (PWJ) Doni Faturrahman, ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (16/6/2013).

Proses penggenangan waduk akan dimulai dengan pengajuan penggenangan waduk kepada Komisi Keamanan Bendungan. Lembaga itu bertugas mengawasi bendungan di seluruh Indonesia yang diketuai Menteri
Pekerjaan Umum.

Dalam pengajuan ini, Satker PWJ melampirkan laporan teknis bendungan disertai jadwal pengecekan. Jika sudah disetujui, komisi ini akan datang ke lokasi mengecek kondisi fisik waduk setelah sebelumnya mencermati laporan teknisnya.

Pengecekan dilakukan untuk mengetahui apakah waduk dinyatakan layak atau tidak. Ada banyak materi pengecekan di antaranya kondisi pintu pembuangan, kapasitas air menentukan berapa lama air memenuhi permukaan bendungan, dan segala macam pintu air.

Pengecekan dilakukan secara teliti dan akurat sampai kepada engsel, baut, mur dan berbagai material lainnya. Seluruh pengecekan akan selesai dalam waktu satu bulan. Kemudian, waduk akan mulai digenang. Jadi, proses pengecekan dan penggenangan memakan waktu kurang lebih enam bulan.

Menurut Doni, setelah Komisi Keamanan Bendungan menyatakan layak, pintu diversion tunnel atau terowongan pengelak akan ditutup. Air Sungai Cimanuk ini akan mengaliri sungai dan perlahan naik ke permukaan. Dibutuhkan waktu sekitar empat sampai enam bulan agar air sampai ke permukaan.

“Juli ini, kami sudah berencana mengecek bendungannya bersama Komisi Keamanan Bendungan, lalu jika semuanya sudah oke, maka Oktober sudah akan diairi atau digenang. Air akan memenuhi permukaan bendungan sekitar enam bulan,” kata Doni.

Setelah enam bulan tergenang sedikit demi sedikit, Februari 2014 nanti Waduk
Jatigede akan diresmikan. Maka, ribuan hektare lahan sawah di Indramayu, Cirebon, dan Majalengka sudah akan mulai merasakan manfaatnya. 

Sumber : http://m.inilahkoran.com/read/detail/2000340/siap-siap-tiga-bulan-lagi-jatigede-tergenang
Read more...

Satpol PP Keluhkan Penghapusan Anggaran Penertiban Orang Gila

0 komentar
SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Sumedang mengeluh karena anggaran untuk biaya operasional penertiban orang gila, tahun 2013 ini dihilangkan. Padahal, orang gila yang berkeliaran khususnya di wilayah Sumedang kota semakin banyak. Bahkan keberadaannya sudah mengganggu dan meresahkan masyarakat.

“Saya juga heran, kenapa anggaran untuk penertiban orang gila dalam APBD tahun ini dicoret. Namun, Pak Kasatpol PP, Ate Sumarna sudah berkoordinasi dengan Bangar (Badan Anggaran) DPRD supaya anggarannya dimasukkan lagi dalam perubahan anggaran tahun ini,” ujar Kasi Trantibum Satpol PP Kab. Sumedang, Agus Salim di kantornya, Jumat (14/6/2013).

Menurut dia, pencoretan anggaran untuk penertiban orang gila tersebut, sangat disayangkan. Apalagi anggarannya relatif kecil hanya Rp 20 juta, seperti halnya anggaran tahun kemarin. Walaupun anggarannya kecil, namun tetap saja sangat dibutuhkan. Selain untuk biaya operasional penertiban, juga untuk membeli peralatan seperti masker dan sarung tangan.

“Kalau menertibkan orang gila itu kan, perlu sarung tangan dan masker. Belum lagi jika orang gila itu harus diantar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), tentunya perlu ongkos transport. Jadi, walaupun anggarannya Rp 20 juta, tapi kami sangat membutuhkannya. Apalagi sekarang jumlahnya semakin banyak,” kata Agus Salim.
 
Sumber : http://m.pikiran-rakyat.com/node/238789
Read more...
Sabtu, 15 Juni 2013

Jalan Rusak, Kepala Dinas PU Kab. Sumedang : Itu Kewenangan Pusat

0 komentar
Sumedang, - Saling lempar tanggung jawab mengenai kondisi jalan rusak dikawasan Pasar Tanjungsari, Kabupaten Sumedang terus berlanjut. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang Sujatmiko kewenangan perbaikan jalan di Pasar Tanjungsari berada di Pemerintah Pusat.

“Berdasarkan UU No. 38 tentang pengelolaan jalan, jalan yang ada didepan pasar Tanjungsari itu kewenangan pemerintah pusat walaupun letaknya ada di Sumedang,” ujarnya kepada PRFM, Jumat (14/6).

Disinggung mengenai upaya pengerjaan jalan rusak di Kabupaten Sumedang oleh Dinas PU Kabupaten Sumedang yang hingga kini belum dilaksanakan. Ia kembali menuturkan bahwa hal tersebut merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Itukan tadi saya katakan, jalan Tanjungsari menjadi kewenangan pusat dan saya sudah sampaikan kepada balai besar jalan untuk wilayah empat Jawa Barat. Bahwa di depan itu(Pasar Tanjungsari) sudah harus diperbaiki, harus ditingkatkan supaya tidak menimbulkan kemacetan,” tuturnya. 

Selain itu, ia menegaskan bahwa masyarakat harus paham tentang kewenangan perbaikan jalan sesuai dengan UU No. 38, “Jadi itu harus disosialisasikan, masyarakat harus paham bahwa ada UU No. 38 tentang pengelolaan jalan. Memang itu ada di Kabupaten Sumedang tapi tidak mungkin dinas mengerjakan jalan pusat,” imbuhnya.
 
Sumber : http://www.prfmnews.com/?cmd=info&tmplt=2&vr=1351&pos=artikel&scat=2
Read more...

Pusat tak Serius, DPRD Sumedang Membentuk Pansus Jatigede

0 komentar
Pusat tak Serius, DPRD Sumedang Membentuk Pansus Jatigede
Sumedang News, Jatigede - DPRD Kab. Sumedang menilai rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jatigede dilatarbelakangi akibat ketidakseriusan pemerintah pusat dalam menangani berbagai masalah dampak sosial Jatigede. Ketidakseriusan itu, salah satunya terkait batalnya penganggaran untuk penanganan dampak sosial Jatigede tahun 2012 lalu. Dari rencana pemerintah pusat akan mencairkan anggaran untuk penanganan Jatigede Rp 600 miliar, ternyata hingga saat ini tidak terwujud. 

“Akibat ketidakseriusan pemerintah pusat ini lah, akhirnya kami di DPRD semua sepakat untuk membentuk Pansus Jatigede. Prosesnya, masih menunggu usulan dari sejumlah anggota dewan selaku tim pengusul. Usulan ini nantinya akan dibawa ke sidang paripurna,” kata Ketua DPRD Kab. Sumedang, Yaya Widarya, S.Sos ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2013).

Menurut dia, sebetulnya rencana pembentukan Pansus Jatigede sudah mengemuka awal tahun 2012 lalu. Namun, dalam sidang paripurna ada beberapa anggota dewan yang tidak setuju. Dengan alasan, pemerintah pusat yakni Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah beritikad baik akan mencairkan anggaran untuk penanganan dampak sosial Jatigede sebesar Rp 600 miliar. Anggaran tersebut, dari kebutuhan anggaran yang sempat dikaji Forum Jatigede Kab. Sumedang sebesar Rp 1 triliun lebih. Forum Jatigede tersebut diketuai Bupati Sumedang, Dr. H. Don Murdono.

“Akan tetapi, rencana pencairan anggaran sebesar itu sampai sekarang tak kunjung terealisasi. Karena pemerintah pusat tidak serius sehingga kami sepakat membentuk Pansus Jatigede,” ujar Yaya menegaskan. 
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/238725
Read more...

6.468 Calon TKI dari Jawa Barat Dites Bahasa Korea di Sumedang

0 komentar
Sumedang - Sebanyak 6.468 peserta yang berasal dari seluruh provinsi Jawa Barat dan sekitarnya mengikuti pelaksanaan ujian bahasa Korea atau Employment Permit System Test of Profiency in Korea (EPS-TOPIK) di SMA Yadika, Sumedang, Jawa Barat. Mereka bagian dari 27.577 calon TKI Korea yang mengikuti ujian di 5 kota Indonesia, yaitu Surabaya, Solo, Bandung, Jakarta, dan Medan.

Ujian Bahasa Korea ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Sertifikat EPS-TOPIK yang berlaku selama masa 2 tahun. Kelulusan tes ini belum tentu menjadi jaminan bisa diterima bekerja di Korea.

"Suasana hari pertama ujian berlangsung dengan aman dan kondusif," ujar Kasubdit Penyiapan Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TK Ali Mansur Harahap, di Sumedang, Sabtu (15/6/2013).

Menurut Ali, pelaksanaan EPS TOPIK 2013 berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Minggu 15-16 Juni 2013. Pada Sabtu terdapat sekitar 3.236 peserta dan sisanya 3.236 peserta akan mengikuti tes yang sama pada Minggu esok.

"Materi tes bahasa Korea dilaksanakan selama 70 menit meliputi reading 40 menit dan listening 30 menit," paparnya.

Ali menuturkan, sertifikat kelulusan akan didapatkan 1 pekan setelah pengumuman hasil ujian pada 1 Juli 2013. Selain sertifikat, para peminat kerja ke Korea juga harus mengirimkan ke BNP2TKI syarat lain seperti Paspor, medical check up, SKCK, KTP, ijazah yang dilegalisir, Surat Ijin Keluarga, hingga kartu Kuning.

Setelah kelengkapan administrasi terkumpul, lanjut Ali, BNP2TKI akan mengirim data itu ke Human Resources Development (HRD) Korea guna mendapatkan Standard Labour Contract/SLC.

"SLC turun para peserta akan dipanggil untuk mengikuti Pre-Eliminary training di Jakarta selama 1 minggu," jelasnya.

Meski telah mengikuti Pre-Eliminaray, kata Ali, belum calon TKI itu akan dapat berangkat. Para peminat kerja harus menunggu calling visa dari user di Korea. "Kalau perusahaan sedang membutuhkan cepat, mereka akan dikirimkan calling visa. Kalau belum, tetap harus menunggu," ungkap Ali.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/613692/6468-calon-tki-dari-jawa-barat-dites-bahasa-korea-di-sumedang
Read more...
 
Copyright © 2012 - 2014 Sumedang News. Supported by Agar Blog Berada di Halaman Pertama Google